Jumat, 23 Mei 2014

Posted by Andy Setiawan
No comments | 01.18

P3M (Pertolongan Pertama Pada Mimisan)

Mimisan atau dalam bahasa kedokterannya disebut Epistaksis merupakan gejala yang sangat sering dijumpai pada anak anak, walau demikian banyak orang tua yang ketakutan dan bingung bila anaknya kedapatan sedang mimisan. 
Mimisan sendiri bukan merupakan suatu penyakit tetapi merupakan gejala dari suatu penyakit, itu artinya mimisan bisa terjadi karena bermacam sebab dari yang ringan sampai yang berat.

Mimisan merupakan gejala keluarnya darah dari hidung yang dapat terjadi akibat sebab kelainan lokal pada rongga hidung ataupun karena kelainan yang terjadi di tempat lain dari tubuh. Kelainan lokal dapat berupa trauma misalnya mengorek hidung, terjatuh, terpukul, benda asing di hidung, dan iritasi gas yang merangsang.

Sebab lokal yang lain adalah infeksi hidung dan organ sekitarnya, tumor baik yang jinak maupun ganas, perubahan lingkungan yang mendadak misalnya perubahan tekanan atmosfir yang mendadak pada penerbang dan penyelam, benda asing yang masuk ke hidung tanpa permisi, dan penyebab yang lain yang belum diketahui dengan pasti.
Sedangkan kelainan di bagian tubuh yang lain yang bisa menyebabkan mimisan antara lain, penyakit jantung dan pembuluh darah seperti tekanan darah tinggi dan kelainan pembuluh darah, kelainan darah seperti turunnya kadar trombosit, gangguan pembekuan darah, leukimia. Kelainan lain yang menyebabkan mimisan yaitu, infeksi seluruh tubuh seperti demam berdarah, gangguan hormonal dan kelainan bawaan.

Kesimpulannya mimisan dapat disebabkan oleh karena :
1. Terjadinya luka dan perdarahan pada mukosa hidung yang disebabkan karena hidung dikorek-korek
2. Sinusitis kronis dan pilek.
3. Benda asing di dalam rongga hidung seperti kacang, mainan, makanan, dll.
4. Tumor atau polip di dalam rongga hidung.
5. Terjadinya iritasi, misalnya karena asap.
6. Efek samping obat, misalnya obat kortikosteroid topikal, aspirin.
7. Perubahan lingkungan yang mendadak seperti pada penyelam, pendaki gunung.
8. Sekat hidung yang tidak lurus atau bengkok.
9. Trauma pada hidung seperti kebentur, di pukul, kecelakaan.
10. Kelainan pembuluh darah di dalam rongga hidung.
11. Kelainan darah seperti hemofilia, leukimia.
12. Hipertensi.
13. Penyakit hati (liver).
14. Gangguan fungsi thrombosit.
15. Jumlah thrombosit yang rendah.

Memang penyebab mimisan seperti yang dijabarkan diatas sangat banyak dan kompleks, baik yang merupakan penyebab yang ringan (tidak memerlukan penanganan lebih lanjut) maupun yang merupakan penyebab yang berat alias harus mendapatkan penanganan khusus. Maka dari itu perlu dilakukan pemeriksaan yang cermat pada pasien dengan mimisan untuk diobati dengan cermat dan tepat.
Mimisan yang berulang bisa jadi sebagai pertanda adanya suatu penyakit.

Prinsip penanganan mimisan ada tiga yaitu menghentikan perdarahan, mencegah komplikasi dan mencegah terulangnya mimisan. Untuk perdarahan yang ringan, menghentikan perdarahan dapat dilakukan dengan menekan kedua cuping hidung ke tengah selama beberapa menit. Untuk perdarahan yang hebat dan penghentian perdarahan dengan menekan cuping hidung gagal maka pasien perlu segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pertolongan pertama yang dapat dilakukan oleh penolong adalah sebagai berikut :
1. Pasien dalam posisi duduk dan badan condong ke depan. Dengan posisi duduk akan mengurangi tekanan darah di dalam pembuluh darah hidung. Selain itu untuk menghindari tertelannya darah yang akan mengakibatkan iritasi pada lambung atau mencegah agar darah tidak masuk ke dalam paru-paru.
2. Tekan hidung selama 10-15 menit dengan menggunakan ibu jari dan jari tengah. Bernapas melalui mulut. Penekanan ini dapat menghentikan mimisan yang terjadi di bagian depan rongga hidung.
3. Setelah mimisan berhenti dan untuk mencegah terjadinya mimisan yang berulang, jangan tidur terlentang selama beberapa jam.
4. Jangan memasukan kapas atau tissue atau kassa atau daun sirih ke dalam rongga hidung karena hal ini akan menyebabkan terjadinya luka baru akibat iritasi pada mukosa rongga hidung. Tindakan memasukan kassa ke dalam rongga hidung harus dilakukan oleh dokter atau paramedis yang terlatih.
5. jika dalam jangka waktu lebih dari 15 menit mimisan belum berhenti, segeralah pasien dibawa ke dokter atau instalasi gawat darurat.

Referensi :

http://www.arisclinic.com/2011/05/pertolongan-pertama-pada-mimisan/

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003106.htm

http://www.aafp.org/afp/2005/0115/p305.html

http://www.theentsite.com/epistaxis__.html
Ola Bamimore, MD; Chief Editor: Steven C Dronen, MD, FAAEM, Management of Acute Epistaxis, Department of Emergency Medicine, State University of New York Downstate Medical Center, Kings County Hospital Center, 2011.

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

Blogger news

Photo in News

About